Oosh, hari ini malam minggu, saatnya
postingan baru muncul nih. Kali ini gue pengen nge share salah satu pengalaman
gak enak gue waktu ngejalanin pesantren 3 hari di kopassus, ceritanya gini. Saat
itu adalah sesi istirahat abis sholat ashar, gara gara situasi kopassus yang
panas, gue sengaja milih tempat duduk yang deket sama jendela, gara gara itu,
gue malah ketiduran.
Setengah jam kemudian gue terbangun dengan kaget, panitia yang mbawa kamera lagi dengan cengengesaannya kayak om om pedofil dengan asik moto gue berkali kali. Tapi bukan itu yang ngebuat gue bangun, ketika gue bangun ada seorang siswa lain yang duduk disamping gue PERSIS dideket jendela, lalu dengan terperangah gue tau apa yang dengan eeknya mbangunin gue, dia BURKET, anjriiiiiit, baunya taaaaai, mana di bagian ketiak nya basah basah becek gitu lagi, uaaah, dengan berani gue tanya “ maaapphh (sambil nahan napas) shekharhang jham buerapha?” suara gue malah jadi kaya kodok abis operasi amandel saking gak bisa napasnya. Lalu dia dengan entengnya menjawab, “eeem, jam empat lebih nih, kenapa?”. Mati gue, jadwal sesi ini berakhir jam 5 sore, ini masih lamaaaa bangeeeet, astaagaaaah. “gak apa apa, tadi baru bangun tidur” jawab gue dengan pasrah
Setelah beberapa menit setelah keganasan itu terjadi, dengan kampretnya tiba tiba angin dari jendela berhembus dengan kencang, alamak, makin ganas aja baunya, gue udah dari awal gak ndengerin sesi. Paru paru gue berjuang supaya tidak lumpuh mendadak, karena dia berada di samping kanan gue, gue bernapas dengan membuang muka kearah kiri, kemudian muncul ide gila, kalo gue napas pake mulut, gak bakal kerasa yaaa, HAHAHAHAHA, matilah kau ketek sialan, baumu takkan menggangguku sekarang, dengan tampang jumawa gue berbalik kearahnya dan mulai bernapas dengan mulut. “HOOOOOEEEEEK” , tiba tiba gue mau muntah, anjriiiit, baunya segitu kuatnya sampe mulut gue langsung ngerespon, dia dengan baiknya malah ngomong “ kamu kenapa? Sakit ya? Ke barisan PMR yuk,” “engghhhaaaaak aphaaa aphaa koook” walhasil gak ada cara lain, gue bernapas dengan cara menutup hidung, lumayan, itu menghilangkan sekitar 23% polusi udara yang ditimbulkan ketek jahannam itu,
Akhirnya satu jam lewat, saatnya sesi tanya jawab, dan dengan tidak terduga, benar benar tidak terduga, dia bertanya, dengan mengangkat tangannya, dan dengan freaknya angin saat itu lagi kenceng kencengnya, gue gak tahan, gue langsung ke barisan PMR
Akhirnya sesi kancrut itu gue akhiri sambil tidur tiduran di barak gara gara pura pura sakit, dari yang gue denger, dia gak suka pake deodorant sama parfum karena takut ada kandungan alkoholnya, dan dia cuma pake parfum yang cuma bertahan 4 jam. Apapun itu gue ikhlas, sepertinya tuhan masih saying sama gue,
Pesan moral dari cerita ini : sesuatu yang dipendem itu gak enak, kalo lo gak suka bilang dari awal, jangan nunggu sampe salah satu diantara kalian meninggal akibat paru paru yang lumpuh.
Oke, mungkin itu aja dulu, kapan kapan gue bisa share beberapa pengalaman kancrut gue lainnya di Kopassus, see you in the next postingaaaaan
Setengah jam kemudian gue terbangun dengan kaget, panitia yang mbawa kamera lagi dengan cengengesaannya kayak om om pedofil dengan asik moto gue berkali kali. Tapi bukan itu yang ngebuat gue bangun, ketika gue bangun ada seorang siswa lain yang duduk disamping gue PERSIS dideket jendela, lalu dengan terperangah gue tau apa yang dengan eeknya mbangunin gue, dia BURKET, anjriiiiiit, baunya taaaaai, mana di bagian ketiak nya basah basah becek gitu lagi, uaaah, dengan berani gue tanya “ maaapphh (sambil nahan napas) shekharhang jham buerapha?” suara gue malah jadi kaya kodok abis operasi amandel saking gak bisa napasnya. Lalu dia dengan entengnya menjawab, “eeem, jam empat lebih nih, kenapa?”. Mati gue, jadwal sesi ini berakhir jam 5 sore, ini masih lamaaaa bangeeeet, astaagaaaah. “gak apa apa, tadi baru bangun tidur” jawab gue dengan pasrah
Setelah beberapa menit setelah keganasan itu terjadi, dengan kampretnya tiba tiba angin dari jendela berhembus dengan kencang, alamak, makin ganas aja baunya, gue udah dari awal gak ndengerin sesi. Paru paru gue berjuang supaya tidak lumpuh mendadak, karena dia berada di samping kanan gue, gue bernapas dengan membuang muka kearah kiri, kemudian muncul ide gila, kalo gue napas pake mulut, gak bakal kerasa yaaa, HAHAHAHAHA, matilah kau ketek sialan, baumu takkan menggangguku sekarang, dengan tampang jumawa gue berbalik kearahnya dan mulai bernapas dengan mulut. “HOOOOOEEEEEK” , tiba tiba gue mau muntah, anjriiiit, baunya segitu kuatnya sampe mulut gue langsung ngerespon, dia dengan baiknya malah ngomong “ kamu kenapa? Sakit ya? Ke barisan PMR yuk,” “engghhhaaaaak aphaaa aphaa koook” walhasil gak ada cara lain, gue bernapas dengan cara menutup hidung, lumayan, itu menghilangkan sekitar 23% polusi udara yang ditimbulkan ketek jahannam itu,
Akhirnya satu jam lewat, saatnya sesi tanya jawab, dan dengan tidak terduga, benar benar tidak terduga, dia bertanya, dengan mengangkat tangannya, dan dengan freaknya angin saat itu lagi kenceng kencengnya, gue gak tahan, gue langsung ke barisan PMR
“ tolongin gueeee brrooooh”
“kenapa
kenapa?”
“ gue
keracunan nyeeet, keracunan, hoooooeeeks”
Akhirnya sesi kancrut itu gue akhiri sambil tidur tiduran di barak gara gara pura pura sakit, dari yang gue denger, dia gak suka pake deodorant sama parfum karena takut ada kandungan alkoholnya, dan dia cuma pake parfum yang cuma bertahan 4 jam. Apapun itu gue ikhlas, sepertinya tuhan masih saying sama gue,
Pesan moral dari cerita ini : sesuatu yang dipendem itu gak enak, kalo lo gak suka bilang dari awal, jangan nunggu sampe salah satu diantara kalian meninggal akibat paru paru yang lumpuh.
Oke, mungkin itu aja dulu, kapan kapan gue bisa share beberapa pengalaman kancrut gue lainnya di Kopassus, see you in the next postingaaaaan
JOMBLO BERBAHAGIA
WISNU BIEBER
Komentar
Posting Komentar