Perenungan

           Jadi akhir akhir ini gue dalam masa transisi kegalauan, hidup, dan berbagai macam masalah lainnya, gue coba ambil pepatah keren buat hal ini "masalah memang menyebalkan, tapi hanya itu cara untuk mendewasakanmu". gue punya seabreg "hal hal yang harus dipikirkan" beberapa daftar "things todo" yang gue coba bikin buat diri gue sendiri, namun banyak (banyak banget malah) hal hal yang kelewat batas tenggang buat dilakuin,(eek sambil kayang misalanya) namun balik ke pepatah barusan, gue jadi banyak pengetahuan baru, hal hal baru yang bisa gue lakuin gak cuma buat diri gue sendiri, tapi juga bisa bermanfaat minimal buat orang orang disekitar gue, dan dari hasil perenungan gue akhir akhir ini, ini beberapa hal yang terlintas selama "masa transisi" gue

          1. Cinta Tak Harus Memiliki
lah ini katanya perenungan tapi masih aja galau, bentar, maksud gue baik. ada yang setuju sama kata kata pembukanya? cinta tak harus memiliki, "wah kata katanya bagus ya," enggak, gue gak bakalan bilang kayak gitu, mari kita kupas sedikit demi sedikit apa arti kalimat itu menurut gue. Jadi, menurut gue, itu tuh bukan kalimat bijak penyemangat cinta, itu justru berefek kebalikan, Cinta Tak Harus Memiliki, gak ada makna positifnya, gak ada rasa optimisnya, itu justru sangat bernada pesimis, "yah dia sama orang lain, biarin lah,   Cinta kan Tak Harus Memiliki" gimana orang mau punya "cintanya" kalo pepatah yang dia ambil aja salah? bukannya itu artinya dia gak berusaha nge ubah takdirnya, dia menyerah akan cintanya, dia lelah akan cintanya, dan memilih untuk membiarkan dirinya sendiri gak memiliki cintanya. Lah ini optimisnya dimana? Ini yang galau ndengerin pepatah gini ya malah bunuh diri, bukannya moveon

          2.Yah kalo yang namanya Jodoh dih gak bakalan kemana mana.
Lah ini sama aja kaya kalimat yang barusan, Jodoh gak kemana, apanya yang jodoh? gimana kita tau sesuatu hasilnya kayak gimana, kalo kita aja gak mau usaha. ini sama kayak ketika lo suka sama cewek, tapi karena lo berpegang teguh pada prinsip ini, dengan santainya lo bilang "ah, kalo dia emang jodoh gue, nanti dia pasti suka sama gue, jodoh gak bakal kemana" kampret. ini juga sama kaya "ah gue males eek deh, kalo makanan gue emang takdirnya jadi eek gue, nanti pasti eeknya keluar sendiri" kampret. mati jomblo aja gih. nikah sama guling

         3.Jodoh.
masih agak nyambung sama perenungan gue sebelumnya, Jodoh menurut gue agak rancu. Pendapat gue tentang Jodoh adalah, tuhan memberikan sinyal sinyal jodoh buat kita, kita disuruh memilih, kalo kita mau dia menjadi jodoh kita, tuhan mengijinkan kita untuk mencoba mendekati atau menjadikan dia jodoh kita. Kalo misalnya, dia memang bukan jodoh kita, Tuhan (yang sangat sangat baik kepada kita semua) akan memberikan sinyal sinyal juga untuk kita bahwa dia memang bukan jodoh kita. lalu saat kita bisa mencapai itu semua, tuhan (yang kembali dengan kebaikannya yang teramat sangat) akan meng Accept dia, lalu memberikan kita nikmat yang luarbiasa melalui orang yang kita pilih tadi, sampai suatu saat, entah kapan akan ada yang harus ditinggalkan, kamu yang ditinggalkan atau dia yang ditinggalkan.

        4. Hidup dan segala tentangnya.
Terimakasih kembali kepada tuhan yang memberikan kita hidup, memberikan kita nikmat yang tiada tara sampai saat ini (masih bernapas, bahkan sampai kita udah mati lho). Perenungan ini gue alamin, ketika gue ngeliat orang nikahan, lahiran bayi, anak kecil yang tereak tereak di jalan, sampai orang orang yang dipanggil duluan untuk menghadap tuhan. Sebenarnya gue mulai berpikir, What Should I Do for my life, tujuan gue hidup itu buat apa, apa itu hidup, dan segala pertanyaan berikutnya tentang hidup. Beberapa pertanyaan bisa gue jawab sendiri, tapi itu gak ada apa apanya dibanding pertanyaan lain yang terus muter diotak gue, banyak banget malah. tapi, apapun yang terjadi, life must go on, sampai suatu saat tuhan memanggilmu, untuk bertemu denganmu lagi.

Komentar