Ehem
Akhir akhir
ini gue sadar, kalo konsep Diary yang gue usung dalam blog ini, sedikit banyak
membawa efek yang gak enak dalam hidup gue. Postingan tersering dibaca menurut
arsip gue di blogger adalah Seri Pengalaman Cerita Cinta : Cinta Yang Mengubah.
Well, cerita itu adalah salah satu keadaan pahit percintaan yang gue alami,
salah satu yang paling kancrut, karena gue harus menjadi orang lain, dimana
konsep dasar cinta menurut banyak orang adalah jadi diri lo apa adanya. Dicerita
itu, gue ngungkapin betapa sulitnya gue (Setengah Tapir dan Babi Rusa) mencoba
sekuat tenaga setidaknya sesuai dengan standar yang diberikan oleh cewek gue. Gue
nyeritain penderitaan bodoh gue (yang gue lakukan dengan ikhlas dan cinta
tentunya *bullshit*), terpaksa memakai gel rambut kemana mana, mengubah pola
makan gue yang abnormal, mengubah gaya kencing gue yang biasanya kayang jadi
normal, dan lain lain.
Dan,
berterimakasihlah kepada tuhan, karena gue punya seorang kakak yang dengan
sangat baik hatinya selalu membaca postingan gue, bukan tujuan menyenangkan
adiknya tentu saja, tapi menunggu kisah absurd lainnya dari gue, dan dengan
jumawa (kampret emang) dia akan membahas(dengan tertawa tentu saja) setiap kali
ada kesempatan bertemu.
Dan gak
kakak gue juga yang tau, kegesrekan gue yang aneh lainnya juga diketahui oleh
banyak temen gue, sehingga entah suatu hari, ketika seseorang bertanya kepada
temen gue tentang gue, mereka akan dengan tenang menjawab “ Oh amri yang suka
boker dicelana orang?” atau “ Oh amri yang suka merkosa kucing tetangga?” atau “Oh
amri yang suka telanjang sambil nari salsa itu ya?”. Nasib
Ada juga
hal yang gak enak, ketika gue nulis beberapa bulan yang lalu, gebetan gue
(cewek yang pengen banget gue perhatiin setiap hari, dan gue diperhatiin setiap
hari juga tentunya) ngerasa ilfil karena tulisan gue yang sangat diluar batas
kemanusian (Well, babi rusa santai). Atau dengan makna lain, dia tersinggung.
Semenjak postingan itu dia berubah, dan sampai postingan ini keluar, tetep gak
ada perbaikan. Gue penulis blog, satu satunya yang gue lancar dan bisa lakuin
ya nulis apa yang gue rasa. Dan yang gue rasa sama persis seperti yang gue
tulis di postingan itu, ya gak sama persis sih, tapi satu hal, gue gak pernah
nulis orang yang gak penting dalem hidup gue.
Oke
ngegalaunya cukup.
Hidup
emang keras. Dan dalam kisah gue,hidup gak cuma keras, hidup juga kancrut.
Tapi
enaknya, karena based on real story, gue bebas nulis, bebas cerita, gue gak
peduli sama banyaknya viewers blog gue (bercanda deng), gue bisa bebas nulis
yang gue mau, walopun gak ada yang mau mbaca satupun, gak masalah, gue seperti nulis
sebuah catatan harian yang bisa dengan mudah diekspos massa, mungkin ini bukan
diary, tapi intinya sama, gue pengen ngebagi apa yang gue alami, gue lakuin,
pengalaman tolol dan gesrek, sama sesuatu (blog ini), atau bahkan seseorang. Gitu. Bijak gak
sih? Kayaknya sih enggak.
Komentar
Posting Komentar