Diary Kancrut The Movie

                   SMA gue, setiap tahun, selalu mengadakan Festival Film yang bertujuan mengenalkan seni Drama, Acting, dan Teknik Perfilman kepada anak kelas 10. Dan, Festival Film SMANIC (Selanjutnya akan gue singkat dengan FFS) akan menampilkan film film dari kelas 12. Jadi mekanismenya, ketika kelas 11, kita akan disuruh memilih 10 - 12 anak untuk membuat 2 macam film. Satu film bersifat Dokumenter, dan satu film lagi bersifat Fiksi. Komposisinya bebas, akan tetapi harus ada unsur laki laki dan perempuannya. Kita diperbolehkan membuat berbagai tema dan cerita buat film kita. Bisa film tentang religi, komedi, drama-komedi, petualangan, dan lain lain. Ajib ya. Oh iya, yang terakhir, film ini khusus untuk anak Drama. Jadi ini semacam tugas kenaikan kelas 11. Mbikin film. Kedengarannya keren ya.
                    Beberapa bulan sebelum FFS, semua anak Drama bakal mendapat materi tentang film, tata cara dan tata kerja buat mbikin film. Mulai dari cara mengambil angle kamera  yang bagus, blocking yang tepat sehingga tidak menimbulkan bayangan yang menganggu pengambilan video, tata cara penulisan skenario dan naskah yang tepat, dan segala tetek bengek tentang film.
                    Setelah mendapat materi yang dirasa cukup untuk dijadikan panduan untuk membuat film, kita dipencar untuk mencari anggota kelompok. Gue sendiri, sangat bersemangat untuk membuat film pertama gue. Minimal setelah FFS, kemampuan membuat film dan pengambilan angle bisa berguna buat gue seandainya gue gak keterima di PTN dan punya waktu satu tahun (baca : nganggur) buat mbikin video lip sync atau video konyol yang bisa gue share di youtube.
                    2 Bulan berikutnya, kelompok gue udah terbentuk, Bisa dibilang, anggota kelompok gue gak terlalu tenar tenar amat. Gak ada yang terlalu menonjol. Begitupun dengan gue, gue bahkan pesimistik sama diri gue sendiri. Dengan tampilan bentuk fisik gue yang acak acakan, tingkah gue yang bisa tiba tiba diluar nalar manusia normal, bisa dipastikan kalo gue main di film ini, film ini gak akan lulus sensor.
                    Gue sendiri didapuk sebagai Sutradara.Seorang penulis amatir yang kelakuannya kaya beruang jantan kebelet nikah akan menjadi seorang yang penting dalam kelahiran sebuah film. Jujur gue tiba tiba pengen pipis dicelana saat itu juga. Tapi gue harus kuat. Demi terciptanya film pertama gue, gue harus berusaha. Woaaaaaah
                   

Komentar