Gue baru saja selesai membaca salah satu buku karangan Baro Indra yang berjudul Le Me Gagal Move On. Btw, gue bisa baca buku ini karena kakak gue yang PO buku ini, lalu dikirim ke rumah, buat selanjutnya gue kirim balik ke Semarang bareng buku buku lain ke kostnya. Ribet? Seenggaknya dengan itu gue bisa baca bukunya lah.
Balik lagi ke masalah bukunya. Seperti biasa, bukunya bercerita tentang kengenesan si penulis, Baro Indra, dalam perjalanan hidupnya sebagai salah satu jomlo ngarat dalam dunia percintaan indonesia. Komedi dari buku ini didapat dari banyaknya meme yang muncul, dan kengenesan si Baro menghadapi problematika cewek dan cinta.
Dari seluruh bab yang gue baca, bab yang paling menarik perhatian gue dari buku ini adalah bab Paket Perpisahan, yang merupakan bab pertama dari buku ini. Bab ini menohok gue dengan sangat keras, dengan salah satu hal yang ga terlalu sering dipikirkan oleh banyak orang tentang cinta. Bahwa jatuh cinta selalu satu paket dengan patah hati.
Di bab ini dijelaskan, dengan lelucon khas Baro, bahwa apapun bentuk hubungannya, hubungan cinta selalu harus berakhir. Ada banyak hal yang menjadikan sebuah hubungan bisa berakhir. Rasa bosan, misalnya. Di bab ini dijelaskan, bahwa terkadang, sifat yang dulu bikin kita jatuh cinta mati matian, bisa saja jadi penyebab putusnya hubungan, karena rasa bosan tersebut. Bisa karena jarak yang terlalu jauh membentang, komunikasi yang tidak lancar, atau rasa saling percaya yang sudah terkikis satu sama lain. Atau karena suatu pemahaman sederhana yang tadi gue bahas. Karena jatuh cinta selalu satu paket dengan patah hati.
Setelah gue selesai membaca bab ini, ada perasaan was was. Apakah gue juga akan merasakan patah hati yang sama. Apakah ketika gue akhirnya merasakan patah hati, gue bisa dengan tegar melewatinya. Lalu, apakah cinta memang sesederhana itu, selalu sepaket dengan patah hati?
Balik lagi ke masalah bukunya. Seperti biasa, bukunya bercerita tentang kengenesan si penulis, Baro Indra, dalam perjalanan hidupnya sebagai salah satu jomlo ngarat dalam dunia percintaan indonesia. Komedi dari buku ini didapat dari banyaknya meme yang muncul, dan kengenesan si Baro menghadapi problematika cewek dan cinta.
Dari seluruh bab yang gue baca, bab yang paling menarik perhatian gue dari buku ini adalah bab Paket Perpisahan, yang merupakan bab pertama dari buku ini. Bab ini menohok gue dengan sangat keras, dengan salah satu hal yang ga terlalu sering dipikirkan oleh banyak orang tentang cinta. Bahwa jatuh cinta selalu satu paket dengan patah hati.
Di bab ini dijelaskan, dengan lelucon khas Baro, bahwa apapun bentuk hubungannya, hubungan cinta selalu harus berakhir. Ada banyak hal yang menjadikan sebuah hubungan bisa berakhir. Rasa bosan, misalnya. Di bab ini dijelaskan, bahwa terkadang, sifat yang dulu bikin kita jatuh cinta mati matian, bisa saja jadi penyebab putusnya hubungan, karena rasa bosan tersebut. Bisa karena jarak yang terlalu jauh membentang, komunikasi yang tidak lancar, atau rasa saling percaya yang sudah terkikis satu sama lain. Atau karena suatu pemahaman sederhana yang tadi gue bahas. Karena jatuh cinta selalu satu paket dengan patah hati.
Setelah gue selesai membaca bab ini, ada perasaan was was. Apakah gue juga akan merasakan patah hati yang sama. Apakah ketika gue akhirnya merasakan patah hati, gue bisa dengan tegar melewatinya. Lalu, apakah cinta memang sesederhana itu, selalu sepaket dengan patah hati?
Komentar
Posting Komentar