Mari Berdoa Bersama.

Iya, judulnya bener. Mari Berdoa Bersama.

Lebih tepatnya, mari berdoa bersama supaya Tuhan meningkatkan derajat gue dari makhluk rendahan yang bego banget menjadi makhluk rendahan yang agak bego.

Gue adalah orang yang gampang bingung, gampang dipengaruhi, sekaligus orang dengan tingkat inteligensiyang bahkan gak lebih pinter dari batu kali.

Serius, kegoblokan gue dalam menghadapi masalah masalah yang sudah terjadi sampai saat ini membuat gue sedih sekaligus bersyukur. Sedih karena gue selalu merasa kegoblokan gue sangat menggangu, sekaligus bersyukur, setidaknya gue masih hidup sampai saat ini, dan orang tua gue gak (belum, sepertinya) memiliki pemikiran untuk menjual gue ke pasar gelap. Minimal buat ngejual organ ginjal gue.

Salah satu contoh, pernah suatu hari gue keabisan akal buat makan sesuatu secara mainstream. Sadar bahwa makan kayu meja buat cemilan bukan ide yang bagus, gue akhirnya mencoba sesuatu yang baru dalam hidup gue. Ngebikin sendiri mie rebus a la gue.

Dan mbikin mie kali ini pun juga gue buat secara totally anti-mainstream. Prosedur gue membuat mie secara benar cuma sampai tahap merebus mie hingga matang. Selanjutnya, parah. Gue mencoba mengubah kuah asli (air yang diisi bumbu minyak sama bumbu di plastik silver) dengan kuah teh. Sumpah, kuah teh. Jadi gue bikin teh secara normal, lalu menambahkan bumbu mie rasa ayam bawang, lalu gue aduk. Baru gue tambahkan mie nya yang selesai gue rebus hingga setengah matang. Serius, coba aja. Soal rasa, secara singkat bisa gue jelaskan rasanya kaya makan mie rasa kuah ketek ojek becak.

PS: Jangan tiru tindakan seperti yang disebutkan diatas. Hanya orang terlatih (dan juga sangat amat bego) yang bisa melakukan hal tersebut.

Komentar